Mercubuanaraya

| Home | About Us | Ngaji Urip | Indonesia | Pengobatan | One Stop Info | Contact Us |

Alam semesta dan manusia

Menurut Imam Ghozali dalam bukunya HUDAYATUL ISLAM, menerangkan tentang TIGA DZAT tersebut, masing-masing Dzat sebagai berikut :
1. DZAT I dinamakan NUURUL ILLAHI artinya CAHAYA TUHAN .
2. DZAT II dinamakan NUURUL MUHAMMAD artinya CAHAYA TERPUJI, dikiaskan menjadi UTUSAN TUHAN.
3. DZAT III dinamakan NUURUL INSANI artinya MANUSIA (sukma).

Menurut Alqur’an
Pada mulanya Alloh menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong, gelap gulita menutupi samudra raya, dan Roh Alloh melayang layang di atas permukaan air.

Hari Pertama 
Berfirman Alloh : “Jadilah Terang”. Lalu terang itu jadi. Lalu dipisahkannya terang itu dari gelap. Dan Alloh menamakan terang itu siang dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi.

Hari Kedua 
Berfirman Alloh “Jadilah Cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air”. Lalu Alloh menakan Cakrawala itu Langit

Hari ketiga 
Alloh menciptakan darat dan laut. Berfirman Alloh “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbij, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di Bumi.
Hari ke Empat
Berfirman Alloh “Jadilah benda benda penerang pada Cakrawala untuk memisahkan siang dan malam.

Hari Kelima 
Alloh berfirman “Hendaklah dalam air berkeliaran makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan diatas bumi melintasi cakrawala”. Maka Alloh menciptakan binatang-binatang liar.

Hari ke Enam 
Berfirman Alloh “Baiklah kita menjadikan Manusia menurut gambar dan rupa kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan aras segala binatang melata yang merayap di bumi.

Hari Ke Tujuh
Demikianlah di selesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Alloh pada hari ke Tujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang di buat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ke Tujuh dari segala pekrjaan yang telah di buat-Nya itu. Lalu Alloh memberkati hari ketujuh itu. Karena pada hari itulah Alloh berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah di buat-Nya.

Demikianlah riwayat bumi dan langit pada waktu di ciptakan. Ketika Tuhan Alloh menjadikan bumi dan langit belum ada semak apapun di bumi. Belum timbul tumbuh- tumbuhan apapun di padang, sebab Tuhan Alloh belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu, tetapi ada kabut naik dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu.

Ketika itulah Tuhan Alloh membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, demikianlah mAnusia itu menjadi makhluk yang hidup.

"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam". (QS. Al-A’raaf 7:54)

"Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy[1188]. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at[1189]. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. As Sajdah 32:4)


Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam." (QS. Fushshilat 41:9)


Dan Dia menjadikan padanya gunung-gunung yang kukuh di atasnya, Dia berkati dan Dia tentukan padanya makanan (sumber-sumber kehidupan) dalam epat masa, (jawaban yang sama bagi orang yang bertanya).
         
Kemudian Dia menuju (pada penciptaan) langit dan langit itu berupa asap, lalu Dia berkata kepada langit dan bumi “Datanglah kamu berdua dengan patuh atau terpaksa” keduanya berkata, “Kami datang dengan patuh.
         
Maka Dia jadikan tujuh langit dalam dua masa dan dia mewahyukan kepada tiap tiap urusannya (masing-masing). Dan kami hiasai langit dunia dengan bintang- bintang serta pemeliharaannya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
         
Maka jika mereka berpaling maka katakanlah “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir seperti petir (yang menimpa kaum) Aad dan Tsamud. 

"Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah". (QS. Faathir 35:11)

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah". (QS.Al Mu'minuun 23:12) 

"Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)". (QS.Al Mu'minuun 23:13) 

"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik". (QS.Al Mu'minuun 23:14)

"Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati".(QS.Al Mu'minuun 23:15)


"Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat". (QS.Al Mu'minuun 23:16)

 

Manusia merupakan Ciptaan Tuhan Yang Paling Sempurna
Rasullah bersabda : “Tuhan menciptakan Adam (manusia) menurut gambaran-Nya (Wajah-Nya) dan yang dimaksud dengan Adam adalah Manusia Pertama dan ia adalah RUH WUJUD.  Berkat dia dicipta dalam Gambaran-NYA. Dia menjadikannya khalifah-Nya di muka bumi dan memerintahkan malaikat agar bersujud kepadanya. Andaikata Keindahan-Nya tak bersinar di wajah Adam, Malaikat-malaikat tidak akan pernah bersujud di hadapannya.

"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung". (QS. Al Qalam 68:4)

"Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. (QS. An Nisaa' 4:80)

"sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya".(QS.At Tiin 95:4)


"Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan[862], Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan".(QS. Al Israa' 17:70)

"Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya", (QS.Nuh 71:17) 

 

"Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud[796]". (QS. Al Hijr 15:29)

[796]. Dimaksud dengan sujud di sini bukan menyembah, tetapi sebagai penghormatan.
 

Kebanyakan dari kita bertanya kepada diri sendiri “Bagaimana kita sampai datang di dunia seperti kaadaan yang sekarang ini ? dari mana kita datang ? dan kemana kita akan pergi ?
         
Untuk menjawab pertanyaan yang mendasar ini secara singkat adalah sulit, karena pengalaman cara berfikir kita dalam bidang ini sangat terbatas sehingga kita tidak mampu untuk memahaminya.
         
Namun demikian, dengan mempelajari tulisan ini semoga memberi cakrawala, pandangan baru dan mampu mengembangkan kacakapan luhur kita sedemikian rupa sehingga kita dapat memperoleh memajuan rohani, dan pada suatu hari kita akan mencapai ketinggian di dalam, dimana kesadaran serta kekuatan luhur kita akan mulai melihat dan menghargai Susunan Ciptaan Tuhan dan memperoleh jawaban atas segala pertanyaan kita.
         
Secara garis gesar ada tiga kondisi, keadaan atau daerah ciptaan – rohani, bathiniah dan jasmaniah dengan masing-masing bentuk kehidupan yang sesuai, yang telah diciptakan dan dipelihara-NYA.
“Awal dan Akhir dari semua Ciptaan adalah Shabda”
“Ciptaan, penghancuran dan Penciptaan kembali, semuanya dilakukan oleh Shabda am”
“Penyangga Alam-alam Semesta semua bagian mereka dan semua bentuk yang hidup disalamnya adalah Nam”
“Segala sesuatu dijadikan oleh Dia (Firman), dalam tanpa Dia tidak ada sesuatupun yang telah jadi dari segala yang telah di jadikan” (Yohanes 1:3)

Dalam daerah ciptaan yang termurni hanya terdapat jiwa, cahaya dan kasih. Di sana jiwa adalah bagaikan ikan, sedangkan firman adalah samuderanya, jiwa berada dalam unsur yang sama dengannya. Disanalah tempat tinggal Pencipta Maha Tinggi yang juga merupakan Rumah Sejati kita.


Tepat dibawah rohani tersebut terdapat daerah Pikiran yang amat indah di mana jiwa dalam perjalanan turun menggabungkan diri dengan pikiran dan mengenakan penutup berupa tubuh kausal dan astral agar ia dapat berfungsi di daerah tersebut.
         
Pikiran tampaknya menjadi lebih kuat sedangkan jiwa menjadi lemah. Akhirnya, ketika jiwa bersama-sama dengan pikiran dan penutup lain mencapai daerah yang paling rendah, maka ia mendapatkan tambahan berupa keterbatasan fisik : sebuah penutup jasmani agar ia dapat bertugas di dunia benda.
         
Disini jiwa tidak dapat diusut jejaknya, pikiran menjadi gelisah serta tidak tenang, dan karena ia telah di kurung dalam tubuh jasmani, ia menciptakan hayalan semua tentang kepribadian yang menyebabkan kita lupa bahwa kita semua adalah satu dengan Pencipta Maha Tinggi.
         
Di daerah yang lebih rendah, meskipun jiwa ada, namun kekuatan yang memerintah dunia keadaan tersebut adalah pikiran. Disini kita berada dalam daerah kekuasaan suatu kekuatan yang halus dan sangat kuat yang memencilkan jiwa, yang menahan dan menghalanginya untuk kembali ke daerah rohani yaitu tempat asalnya, dan yang tetap mengurungnya dalam daerah pikiran dan benda.
         
Yang kita sebut sebagai perbuatan jahat dari pikiran agaknya tidak dapat dipercaya oleh sementara orang, tetapi faktanya tetap ada, yaitu bahwa sang pencipta dalam kebijaksanaan- Nya telah menentukan agar supaya daerah ciptaan yang lebih rendah di susun dan diatur oleh kekuatan pikiran–kekuatan negatif-sebagai penentang kekuatan jiwa, yaitu lawannya.
         
Jadi, meskipun kita masing-masing merupakan seberkas sinar dari Tuhan yang Maha Kuasa, yaitu kasih semesta alam, namun kita dikuasai oleh pikiran selama kita berada dalam daerah ciptaan yang lebih rendah dan begitu kuatnya kuasa pikiran itu, begitu halus cara kerjanya, sehingga sedikit sekali diantara kita yang dapat mempercayai pernyataan Rasul yang begitu sering di ulang-ulang yaitu bahwa musuh terbesar yang menghalangi kemajuan rohani dan penghayatan akan persatuan kita adalah Hawa nafsu (Pikiran)kita.
         
Kita telah tergoda oleh keinginan. Bahkan sejak masa anak-anak kita telah tertarik dan di pengaruhi oleh keadaan lingkungan kita.
Kemudian nafsu birahi, kemarahan, ketamakan, keterikatan dan kesombongan telah merangsang naluri rendah kita, benda berwujud seperti alcohol, tembakau dan banyak zat perangsang atau pemabuk lain yang memberikan kepuasan fisik sementara kepada indra kita, menjerumuskan kita lebih jauh ke dalam dunia benda, sehingga sifat manusia kita segera berubah menjadi sifat kebinatangan.
         
Akibatnya, kita harus menerima tubuh binatang untuk memuaskan nafsu binatangan kita dan terus menurun lebih rendah, bila perlu bahkan sampai kepada bentuk tumbuh tumbuhan.
         
Manusia adalah bentuk ciptaan yang paling tinggi. Tetapi apabila kesempatan untuk lahir dalam bentuk manusia ini tidak di manfaatkan untuk berjuang mati-matian terhadap pengaruh jahat dari pikiran agar segera dapat membebaskan diri kita sendiri dan menemukan kembali jalan yang telah hilang, yang akan membawa kita sekali lagi kepada kaki sang Pencipta, dan dengan demikian berkewajiban untuk menjalani berulang kali bentuk kehidupan yang lebih rendah.
         
Engkau telah memperoleh tubuh manusia yang tidak ada bandingannya, sekarang adalah kesempatan untuk bersatu kembali kepada Tuhan. Semua pejuangan yang lain tak akan berfaedah bagimu. Duduklah di kaki seorang guru spiritual dan Naiklah untuk mencapai Rumahmu yang Sejati”.


“Semua ciptaan berada dalam kesengsaraan, hanya mereka yang mempunyai hubungan dengan Firmanlah yang berbahagia”

download

www.mercubuanaraya.com

Menjadikan Indonesia Pusat Dunia

Link Terkait