Mercubuanaraya

| Home | About Us | Ngaji Urip | Indonesia | Pengobatan | One Stop Info | Contact Us |

Isra' mi'raj dalam pandangan syariat (1)

BAB I
SEJARAH NABI MUHAMMAD

A. KELAHIRAN NABI MUHAMMAD
Abdullah dan aminah merupakan orang tua dari Nabi Muhammad. Abdullah merupakan keturunan dari Nabi Ibrahim melalui garis keturunan Ismail. Pekerjaan keseharian dari Abdullah adalah pedagang. Abdullah meninggal saat berdagang dan saat itu Aminah sedang hamil mengandung Nabi Muhammad dengan umur kandungan 2  bulan. Menurut ahli sejarah Nabi Muhammad lahir di Makkah pada pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah dan bertepatan tanggal 22 April 571 masehi. Oleh kakeknya bayi ini diberi nama Ahmad.

Dalam umur ± 6 tahun Ibu nabi meninggal, Kemudian nabi di asuh oleh kakeknya yaitu Abdul Munthalib. Sejak itu Nabi menjadi yatim piyatu. Abdul Munthalib sangat menyayangi cucunya dan pada nabi berusia 8 th 2 bl 10 hari Abdul Munthalib wafat. Kemudian Nabi diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib. Atas kejujurannya, Ahmad  mendapat  gelar  Al  Amin  (dapat  dipercaya).  Abu  Thalib mengasuh menjaga nabi sampai umur lebih dari 40 th.

B. PROSES KELAHIRAN DALAM RIWAYAT
Adapun saat kelahiran Beliau itu menurut yang masyhur menjelang terbit fajar, pada waktu saat doa dimakbulkan Allah. Dilahirkannya pada  bulan  Rabi’ul  Awal,  musimnya  bunga berkembang  adalah  merupakan  isyarat  bahwa  ajaran  yang dibawanya akan berkembang di seluruh dunia.

Mengenai silsilah keturunan Nabi Muhammad saw adalah sebagai berikut : Muhammad bin Abdullah (lahir 545 M) bin Abdul Muthalib (497 M) bin Hasyim (464 M) bin Abdul Manaf (430 M) bin Qushai (400 M) bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihir bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan dan seterusnya berselisih pendapat ahli sejarah sampai anak Syits dan Adam.

Ayahnya, Abdullah meninggal dalam perjalanan pulang. Sehabis berniaga dari Syam lalu ia singgah di Madinah, kemudian jatuh sakit dan tiada lama meninggal dunia dan dimakamkan di situ. Pada saat itu Nabi saw masih di dalam kandungan.

Sejak dalam kandungan telah nampak tanda-tanda kebesaran Nabi  Muhammad  saw,  tatkala  Nur  Muhammad  masuk  ke  dalam rahim  ibundanya, Aminah. Allah  memerintahkan kepada  Malaikat membuka pintu surga Firdaus dan memberitahukannyaa kepada semua penghuni langit dan bumi. Tanah-tanah yang tadinya kering menjadi subur, pohon-pohon kayu berdaun rimbun dan berbuah lebat, angin berhembus sepoi-sepoi basa, binatang-binatang di darat dan di laut ramai gembira memperbincangkannya.

Menurut  keterangan Aminah,  ketika  kandungannya genap  6 bulan  datanglah seorang  tidak  dikenal  pada  suatu  malam  seraya mengatakan “Hai Aminah, sesungguhnya anda mengandung seorang pemimpin besar, apabila lahir kelak, namakanlah dia dengan Muhammad !”

“Waktu itu aku sendirian dalam kamar sedangkan Abdul Muthalib thawaf keliling Ka’bah. Menjelang kelahiran Muhammad, kudengar suara gemuruh gegap gempita dan bersamaan dengan itu kulihat seekor burung menyapu-nyapukan sayapnya ke hatiku, maka hilanglah ketakutanku. Aku berpaling, tiba-tiba tampak di hadapanku semangkuk minuman berwarna putih, lantas aku meminumnya. Serentak dengan itu kulihat cahaya memancar sampai ke lagit, kemudian muncul wanita-wanita setinggi pohon kurma, seolah-olah putri dari Abdul Manaf, mereka langsung memegangku.

Dalam keadaan gugup dan tercengang, aku bertanya tentang perihal mereka. Mereka menjawab bahwa mereka adalah Asiah istri Fir’aun yang beriman, Maryam anak Imran dan bidadari dari surga.
Kemudian  beberapa  laki-laki  tegak  berdiri  di  angkasa memegang beberapa cerek dari perak dan beberapa ekor burung yang paruhnya dari permata zamrud dan sayap-sayapnya dari permata ya’kut memenuhi kamarku.

Allah  membukakan  pemandanganku,  maka  kulihat  belahan bumi dari timur ke barat, 3 buah bendera berkibar, 1 di timur, 1 di barat dan 1 lagi dibelakang Ka’bah. Sejurus kemudian aku pun melahirkan  Muhammad  dengan  dirawat  bidan-bidang  dari  surga tadi. Kulihat Muhammad sujud ke  lantai lalu mengangkat jari-jari tangannya ke langit. Sesudah itu kudengar suara gaib yang menyatakan, “Bawa dia keliling bumi dari timur ke barat dan masukkan ke dalam laut, supaya semua makhluk mengenalnya.” Kemudian suara gaib itupun hilang. Pada malam kelahiran Nabi Muhammad saw, memancarlah sinar dari Aminah sampai ke negeri Syam   (Syiria)   sebagai   isyarat   pada   suatu   waktu   kelak   Nabi Muhammad saw akan berkunjung ke sana.

Nabi Muhammad saw lahir tidak seperti manusia lainnya yaitu keluar dari kemaluan ibunya, tapi perut ibunya membelah lalu keluarlah cahaya dari dalam perut ibunya yang begitu terang lalu terlihat Nabi saw dalam keadaan bersujud. Menurut riwayat lain, Nabi Muhammad saw lahir dengan meletakkan dua tangannya di lantai, mengangkatkan kepalanya ke langit sebagai pertanda ketinggian martabatnya dari semua makhluk. Beliau lahir dalam keadaan bersih, sudah berkhitan, sudah terpotong tali pusarnya, wangi, bercelak mata dengan kodrat Allah swt. Menurut sebagian ahli sejarah, Beliau dikhitan oleh Abdul Muthalib sesudah berusia 7 hari dalam suatu upacara jamuan dan sekaligus menamakannya dengan “Muhammad”.

Serentak dengan kelahiran Nabi Muhammad saw, singgasana Kaisar di Madain runtuh, api sembahan orang Majusi di Persia yang sejak   1000   tahun   menyala,  menjadi   padam.   Menurut   riwayat lainnnya juga, ketika kelahiran Nabi saw, berhala-berhala disekitar Ka’bah jatuh lalu bersujud karena kelahiran Nabi saw

Pertumbuhan badannya begitu cepat. Umur 3 bulan dapat berdiri, umur 5 bulan dapat berjalan, umur 9 bulan telah cukup kuat dan berbicara lancar. Beberapa hari Beliau menyusu kepada Ibunya, kemudian disusukan oleh Tsuwaibatul-Aslamiah, budak Abu Lahab yang  dimerdekakannya setelah  mendengar Nabi  Muhammad saw lahir. Tsuwaibah selain menyusukan Nabi saw, juga menyusukan anaknya, menyusukan Abu Salamah dan sebelum itu menyusukan Hamzah, paman Nabi saw.

Kemudian Nabi  sawa  disusukan Halimah binti  Abi  Zuaib  As- Sa’diah,  di  desa  Bani  Sa’ad.  Beliau  diasuh  oleh  putrinya  yang bernama Syiama. Setelah 2 tahun menghirup udara desa, Beliau dikembalikan kepada ibunya, kemudian dibawa ke desa kembali, bergaul dengan penduduk selama 5 tahun. Selama menyusukan Nabi saw, Halimah mendapat berkah, ternaknya subur berkembang biak, air susunya banyak dan rezekinya lapang.

Sebelum berusia 3 tahun dadanya dibedah oleh Malaikat Jibril dan  ketika  berusia  6  tahun,  ibunya  Aminah  meninggal  dunia  di Abwa’, Madinah ketika berziarah ke makam ayahandanya Nabi saw bersama Nabi saw. Maka jadilah Beliau saw yatim piatu, lalu Beliau saw diasuh oleh kakeknya, setelah kakeknya meninggal Beliau saw diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.

C. PERNIKAHAN NABI MUHAMMAD
Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah radhiallahu anha. Saat  itu  Nabi  Muhammad  berumur  25  th  dan  khadijah  40  th. Khadijah adalah wanita pedagang yang mulia dan banyak harta. Khadijah adalah seorang sayyidah wanita sedunia pada zamannya. Dia adalah putri dari Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab al-Qurasyiyah al-Asadiyah. Dijuluki ath-Thahirah yakni yang bersih dan suci. Sayyidah Quraisy ini dilahirkan di rumah yang  mulia  dan  terhormat  kira-kira  15  tahun  sebelum  tahun  fill (tahun gajah). Khadijah tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mulia. Khadijah dikenal sebagai seorang yang teguh dan cerdik dan memiliki perangai yang luhur. Karena itulah banyak laki-laki dari kaumnya menaruh simpati kepadanya. Pada mulanya beliau dinikahi oleh Abu Halah bin Zurarah at- Tamimi yang membuahkan dua orang anak yang bernama Halah dan Hindun. Tatkala Abu Halah wafat, beliau dinikahi oleh Atiq bin ‘A’id bin Abdullah al-Makhzumi hingga beberapa waktu lamanya namun akhirnya mereka cerai.

D. MENDAPATKAN GELAR AL AMIN
Pada usia 35 th lima tahun sebelum kenabian ada suatu peristiwa yaitu Makkah dilanda banjir besar hingga meluap ke baitul Haram yang dapat meruntuhkan Ka’bah. Dengan peristiwa itu orang- orang  Quraisy  sepakat  untuk  memperbaiki  Ka’bah,  dan  sebagai arsitek adalah orang Romawi yang bernama Baqum.

Ketika pembangunan sudah sampai di bagian Hajar Aswad mereka saling berselisih tentang siapa yang meletakkan hajar Aswad ditempat semula dan perselisihan ini sampai 5 hari tanpa ada keputusan dan bahkan hampir terjadi peretumpahan darah. Akhirnya Abu  Umayah  menawarkan  jalan  keluar  siapa  yang  pertama  kali masuk lewat pintu Masjid itulah orang yang memimpin peletakan Hajar Aswad. Semua pada sepakat dengan cara ini. Allah SWT menghendaki ternyata yang pertama kali masuk pintu masjid adalah Rasulullah.

Orang-orang   Quraisy   berkumpul   untuk   meletakkan   Hajar Aswad. Rasulullah meminta sehelai selendang dan pemuka-pemuka kabilah supaya memegang ujung-ujung selendang lalu mengangkatnya bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya Nabi mengambil Hajar Aswad dan meletakkannya ke tempat semula akhirnya legalah semua. Mereka pada berbisik dan menjuluki “Al- Amin” yang artinya dapat dipercaya.

E. MASA KERASULAN
1. PENGANGKATAN MENJADI NABI
Selain berdagang, semenjak kecil nabi menggembalakan hewan  hingga  pada  sebagian umur  beliau.  Dia menggembalakan kambing keluarganya dan kambing penduduk Mekah. Dengan banyaknya waktu saat menggembala, menyebabkan beliau lebih banyak merenung dan berpikir, dalam udara yang bebas lepas di siang hari, dan ditemani kemilau bintang di malam hari. Hal ini merupakan tempat yang serasi untuk perenungan dalam melihat sesuatu dibalik semuanya (Makna dari segala sesuatu).

Dengan rasa gembira ia menyebutkan saat-saat yang dialaminya pada waktu menggembala itu. Di antaranya ia berkata: "Nabi-nabi yang diutus Allah itu gembala kambing." Dan katanya lagi: "Musa diutus, dia gembala kambing, Daud diutus, dia gembala kambing, aku diutus, juga untuk menggembala kambing."

Pada saat Ahmad hampir berusia 40 th kesukaannya berkhalwat mengasingkan diri dengan berbekal Roti dan pergi ke Gua Hira di Jabal Nur. Rasulullah di Gua Hira . Ketika Nabi berada di gua Hira datang malaikat Jibril dan memeluk Nabi sambil berkata “Bacalah”. Jawab Nabi “Aku tidak dapat membaca” Lantas Malaikat memegangi dan merangkul Nabi hingga sesak kemudian melepaskannya dan berkata lagi “Bacalah”. Jawab Nabi”Aku tidak bisa membaca”. Lantas Malaikat memegangi dan merangkulnya lagi sampai ketiga kalinya sampai Nabi merasa sesak kemudian melepaskannya.

Lalu Nabi bersedia mengikutinya “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589], Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS Al-Alaq 96:1-5)

[1589].    Maksudnya:    Allah     mengajar    manusia    dengan perantaraan tulis baca.

Rasulullah mengulang bacaan ini dengan hati yang bergetar lalu pulang dan menemui Khadijah (isterinya) untuk minta   diselimutinya.   Beliau   diselimuti   hingga   tidak   lagi menggigil tapi khawatir akan keadaan dirinya. Khadijah menemui Waraqah bin Naufal dan menceritakan kejadian yang dialami oleh Nabi. Waraqah menanggapi “Maha suci, Maha suci, Dia benar-benar nabi umat ini, katakanlah kepadanya, agar dia berteguh hati. Berdasarkan riwayat tersebut diatas dapatlah disimpulkan bahwa Ahmad di angkat menjadi nabi pada usia genap 40 th dengan sebagai tandanya dengan menerima wahyu yang pertama yaitu surat Al-Alaq (Segumpal Darah) ayat 1-5.

2. PENGANGKATAN MENJADI RASUL
Dalam  keadaan  berselimut itu  datang  Jibril menyampaikan wahyu yang ke dua yaitu surat Al Muddatsir : “Hai   orang   yang   berkemul  (berselimut),  bangunlah,  lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah! dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.” (QS Al Muddatsir 74:1-7)

Dengan turunnya wahyu ini Rasulullah SAW mendapat tugas untuk menyiarkan agama Islam dan mengajak umat manusia menyembah Allah SWT.

3. SIAR TERSEMBUNYI
Setelah Rasulullah SAW menerima wahyu kedua mulailah beliau  dakwah  secara  sembunyi-sembunyi dengan  mengajak keluarganya dan sahabat-sahabat beliau seorang demi seorang masuk Islam.

Orang-orang yang pertama-tama masuk Islam adalah:
a.      Siti Khadijah (Istri Nabi SAW)
b.      Ali Bin Abi Thalib (Paman Nabi SAW)
c.      Zaid Bin Haritsah (Anak angkat Nabi SAW)
d.      Abu Bakar Ash-Shidiq (Sahabat Dekat Nabi SAW)

Orang-orang yang masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Ash-Shidiq yaitu:
a.      Utsman Bin Affan
b.      Zubair Bin Awwam
c.      Saad Bin Abi Waqqash
d.      Abdurahman Bin Auf
e.      Thalhah Bin “Ubaidillah
f.       Abu Ubaidillah Bin Jarrah
g.      Arqam Bin Abil Arqam
h.      Fatimah Binti Khathab

Mereka   itu   diberi   gelar   “As-Saabiqunal   Awwaluun” Artinya orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam dan mendapat pelajaran tentang Islam langsung dari Rasulullah SAW di rumah Arqam Bin Abil Arqam.

4. SIAR SECARA TERANG-TERANGAN
Tiga tahun lamanya Rasulullah SAW dakwah secara sembunyi-sembunyi dari satu rumah ke rumah lainnya. Kemudian turun surat Al Hijr “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik”. (Qs Al Hijr 15:94).

Dengan turunnya ayat ini Rasulullah SAW menyiarkan dakwah secara terang-terangan dan meninggalkan cara sembunyi-sembunyi. Agama Islam menjadi perhatian dan pembicaraan yang ramai dikalangan masyarakat Makkah. Islam semakin meluas dan pengikutnya semakin bertambah.

| -1- | -2- | -3- | -4- | -5- | -6- | -7- | -8- | -9- | -10- | -11- | -12- |

download

www.mercubuanaraya.com

Menjadikan Indonesia Pusat Dunia

Link Terkait