Mercubuanaraya

| Home | About Us | Ngaji Urip | Indonesia | Pengobatan | One Stop Info | Contact Us |

Jawaban tata cara sholat

"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian [421] terhadap kitab-kitab yang lain; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan jaganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu [422], kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekirannya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu ". (Qs. Al Maa'idah 5:48)

[421]. Maksudnya: Al Quran adalah ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam kitab-kitab sebelumnya.

[422]. Maksudnya: umat Nabi Muhammad s.a.w dan umat-umat yang sebelumnya.

Berdasarkan Pembahasan diatas (Islam Agama Yang Sempurna), tentunya dalam kitab-kitab tersebut memuat tata cara ibadah (sesuai zamannya). Bagi Umat Islam, Al Qur’an diyakini mengandung isi dari keseluruhan kitab-kitab sebelumya dan Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir dan merupakan penerus Risallah (Sesuatu yang diwahyukan Allah SWT berupa prinsip hidup, moral, ibadah, aqidah untuk mengatur kehidupan manusia agar terwujud kebahagiaan di dunia dan akhirat) dari nabi-nabi sebelumnya. Sehingga tata cara sholat yang nabi Muhammad lakukan adalah rangkaian dari seluruh tata cara ibadah nabi-nabi sebelumnya dan bukanlah metode atau ritual baru.

Maka dari itu Islam dikatakan agama yang sempurna, karena semua ajaran dari seluruh nabi-nabi terkumpul dan menyatu dalam agama islam, dengan salah satu buktinya yaitu sholat.

Dalam hal ini, Tuhan juga mengingatkan kepada seluruh umat manusia, khususnya umat islam untuk tidak lupa akan sejarah, karena bangsa yang besar  adalah  bangsa yang menghargai para pendahulunya.

Disatu sisi Al-Quran tidak menjelaskan secara detil sejak kapan dan bagaimana teknis pelaksanaan Sholat yang diperintahkan kepada Nabi Muhammad Saw. Meski demikian al-Quran secara tegas menyatakan bahwa Sholat sudah dilakukan oleh umat-umat sebelumnya, seperti perintah Sholat kepada Nabi Ibrahim dan anak cucunya, kepada Nabi Syu’aib, kepada Nabi Musa dan kepada Nabi Isa al-Masih.

Pernyataan al-Qur’an tersebut dibenarkan oleh cerita-cerita yang ada dalam Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang mengisahkan tata cara beribadah para Nabi sebelum Muhammad yaitu ada berdiri, ruku dan sujud yang jika dirangkai maka menjadi Sholat seperti Sholatnya umat Islam.

Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah (Perjanjian Lama – Kitab Keluaran 34:8)

Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. (Perjanjian Lama – Kitab Mazmur 95:6)

Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah (Perjanjian Lama – Kitab Yosua 5:14)

Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya (Perjanjian Lama – Kitab I Raja-raja 18:42)

Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka. (Perjanjian Lama – Kitab Bilangan 20:6)

Kemudian ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya lalu ia berlutut dan berdoa.(Perjanjian Baru – Injil Lukas 22:41)

Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa. (Perjanjian Baru – Injil Markus 14:35)

"Berkata Isa : "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi ". (Qs. Maryam 19:30)


"dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup ". (QS. Maryam 19:31)

 

Dari kenyataan ini, maka jelas bagi umat Islam bahwa Sholat sudah menjadi suatu tradisi dan ajaran yang baku bagi semua Nabi dan Rasul Allah SWT sepanjang jaman, sebagaimana firman-Nya :

"Sebagai suatu sunnatullah [1403] yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu ". (Qs. Al Fath 48:23)

[1403]. Sunnatullah yaitu hukum Allah yang telah ditetapkan-Nya.

Dalam riwayat lain diceritakan terdapat nabi-nabi yang menjalankan sholat sebelum sholat lima waktu yang sekarang dilaksanakan oleh umat nabi s.aw. Secara berurutan inilah nama-nama nabi yang pertama kali mengerjakan sholat lima waktu itu.


Subuh
Manusia pertama yang mengerjakan sholat subuh ialah Nabi Adam AS Yaitu ketika Nabi adam keluar dari surga lalu diturunkan ke bumi. Hal pertama yang dilihatnya adalah kegelapan dan nabi adam merasa takut yang amat sangat,maka apabila fajar subuh telah keluar,Nabi adam AS pun bersujud dua kali.

Sujud pertama; sebagai tanda syukur karena terlepas dari kegelapan malam. Sedangkan sujud kedua, bersyukur atas datangnya siang.

Zuhur
Manusia pertama yang mengerjakan sholat zuhur adalah nabi Ibrahim AS yaitu tatkala Allah SWT telah memerintahkan padanya agar menyembelih anaknya Nabi ismail AS. Seruan itu datang pada waktu tergelincirnya matahari,lalu sujudlah Nabi Ibrahim sebanyak empat kali.

Sujud pertama, adalah sebagai tanda bersyukur bagi penebusan, yang kedua adalah tanda syukur atas dihilangkannya kedukaan dari dirinya dan anaknya, ketiga tanda syukur atas keridhaan Allah, dan keempat tanda syukur karena Allah menganti tebusannya. 

Ashar
Manusia pertama yang mengerjakan shalat Ashar ialah Nabi yunus AS ketika dikeluarkan oleh Allah SWT dari perut ikan NUN. Ikan NUN telah memuntahkan Nabi yunus ditepi pantai sedangkan ketika itu telah masuk waktu ashar. Maka bersyukurlah Nabi yunus lalu bersujud sebanyak empat kali karena telah diselamatkan oleh Allah SWT daripada empat kegelapan.

Sujud pertama, kegelapan akibat kesalahan meninggalkan kaumnya, kedua, kegelapan malam dalam lautan, ketiga, kegelapan malam akibat berhari-hari lamanya di dalam perut ikan Nun, dan keempat kegelapan dalam perut ikan Nun.

Magrib
Manusia pertama yang mengerjakan sholat magrib ialah Nabi Isa AS yaitu ketika nabi isa dikeluarkan oleh Allah SWT dari kejahilan dan kebodohan kaumnya,sedangkan waktu itu telah terbenamnya matahari. Maka Bersyukurlah Nabi isa dengan melakukan sujud tiga kali.

Sujud pertama adalah untuk menafikkan bahwa tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, kedua menafikkan zina yang dituduhkan atas ibunya, dan yang ketiga untuk meyakinkan kaumnya bahwa tuhan itu hanya satu dan bukan tiga.


Isya’
Manusia yang pertama kali mengerjakan shalat isya’ ialah Nabi Musa as. Ketika itu Nabi Musa telah tersesat mencari jalan keluar dari negeri Madyan, sedangkan dalam dadanya penuh dengan perasaan dukacita. Allah SWT menghilangkan semua perasaan duka citanya itu pada waktu isya’ yang akhir. Lalu sembahyanglah Nabi musa sebanyak empat kali sebagai tanda bersyukur.

Sujud pertama sebagai tanda duka cita terhadap istrinya, kedua sebagai tanda duka cita terhadap Fir’aun, yang ketiga tanda dukacita terhadap saudaranya Harun, dan yang keempat adalah tanda duka cita terhadap anak Fir’aun.

download

www.mercubuanaraya.com

Menjadikan Indonesia Pusat Dunia

Link Terkait