Yayasan Mercubuanaraya

| Home | About Us | Ngaji Urip | Indonesia | Pengobatan | One Stop Info | Contact Us |

Sikap Apriori

Sikap Apriori (tidak suka menerima dan mendengarkan kebenaran)

Semua petunjuk yang dihadapkan pada orang yang apriori, baik petunjuk itu datangnya dari naluri insaniyah, alam semesta, hati nurani, wahyu atau sejarah, semua itu tidak dapat memuaskan atau membuka hati mereka. Mereka menyumbat telinganya agar tidak mendengar suara kebenaran. Merka menutup mata agar tidak melihat cahaya kebenaran. Mereka mengunci rapat pintu hatinya untuk mencegah pancaran hidayah Ilahi, yang menembus.

Mereka berbantah hanya untuk mengacau, tidak untuk mencari kebenaran, mereka hanya ingin menang. Karakter mereka ini diungkap Allah dalam firman-Nya: " Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya. Dengan memalingkan lambungnya untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. ia mendapat kehinaan di dunia dan dihari kiamat Kami merasakan kepadanya azab neraka yang membakar”.(QS.Al-Hajj:8-9)

Orang yang membangkang dan tidak suka menerima kebenaran, maka tidak ada satupun bukti yang dapat memuaskannya, sekalipun kepadanya diberikan seribu satu bukti. Ia tidak mau menerima kebenaran, sekalipun kebenaran itu ia lihat dengan mata sendiri. Kaum musyrikin yang tidak mempercayai kerasulan Nabi Muhammad saw. pernah meminta kepada beliau, agar pada mereka diturunkan dari langit sebuah kitab yang memberi kesaksian akan kerasulan Nabi Muhammad saw. atau mereka sendiri dinaikkan ke langit untuk mendengarkan kesaksian dari majelis malaikat mengenai kenabian beliau. Al-Qur’an menjawab sikap keras kepala mereka, dan usul-usul yang menunjukkan kepongahannya dengan firman Allah swt.

"Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat menyentuhnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang kafir itu berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata." (QS. Al An'aam 6:7).

"Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya. Tentulah mereka berkata: "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan Kami adalah orang orang yang kena sihir". (QS.Al-Hijr 15 :14-15).

“Katakanlah: "Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman." (QS.Yunus 10:101).

Tanda-tanda kekuasaan Allah, yang ada pada diri manusia dan di alam semesta ini, sebagai pelajaran dan peringatan bagi orang yang berakal dan suka menggunakan pikirannya, dan bagi orang yang hatinya terbuka untuk menerima kebenaraan, bukan orang yang akal dan pikirannya dibelenggu serta hatinya tertutup rapat terhadap kebenaran.

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (QS.Ali Imran 3:190)

Bila membeberkaan tanda-tanda kekuasaan Allah, maka Al-Qur’an sering menutup ayat-Nya dengan berfirman:

"Dan dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya), (QS.An-Nahl 16:12)

 

" Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar[699].. (QS.Yunus 10:67)

[699]. Maksudnya: Rasul dan orang-orang yang beriman.

 

Kalimat-kalimat tersebut dan kalimat lainnya yang serupa hanya ditujukan pada mereka yang menggunakan akal pikirannya, suka mendengar akan peringatan yang baik, suka melihat kenyataan dan mendengar suara kebenaran. Kebalikannya adalah orang apriori, bersikap keras kepala, menentang dan tidak mungkin menggunkan akal pikirannya, serta tidak suka menerima peringatan. Orang yang demikian karakter dan sifatnya, tidak akan memperoleh petunjuk selama-lamanya.

Sebagaimana firman-Nya.

"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (QS.Qaff 50:37).

Seribu satu dalil dan bukti tidak akan pernah memuaskan orang yang beku akalnya, hatinya tertutup rapat, dan bersikeras untuk tetap ingkar dan tidak percaya.

download

www.mercubuanaraya.com

Menjadikan Indonesia Pusat Dunia

Link Terkait